Novel Saga Perjuangan Seorang Penulis Meraih Mimpi (Berdasarkan kisah nyata penulisnya). Novel Antusiasme saat ini tersedia di semua cabang Toko Buku Gunung Agung.

Bisa juga dipesan-kirim. Silahkan kontak SMS ke penerbit YKBK di nomor 089653506988 atau kirim
email ke info@penerbitbinakasih.com, telepon 62 21 4209586, faksimili 62 21 4250357,
dan alamat surat ke Jl. Letjen Suprapto 28, Jakarta 10510

Komentar Para Pembaca

KOMENTAR PARA PEMBACA

This book will save, help, and support Indonesian women. (Atri Sriwardhani, Surabaya, Jawa Timur, 19 Pebruari 2012).

Menarik sekali. Aku termotivasi banget dan lebih semangat sekarang menyelesaikan novelku walaupun sampai sekarang belum ada novel yang bisa masuk penerbit, tapi dengan "Antusiasme" Mbak Fida, aku harus mencoba mengirimkan novelku ke penerbit. Thanks a lot. (Artrias Setiawan, Solo, Jawa Tengah, 26 Maret 2012)

Novelnya sangat menginspirasi, semoga saya bisa mengikuti dan meraih juga segala impian saya. (Fanny Sie, Makassar, Sulawesi Selatan, 14 April 2012)

Tidak semua buku bisa membawa imajinasi pembaca sesuai maksud penulis. Buku Fida membawa imajinasi saya masuk. Jadi feel-nya Fida saat menulis itu bisa dirasakan juga. Pantaslah judulnya Anstusiasme. Karena Antusiasme yang betul akan menular, baik mendengar langsung atau membacanya. Great. (Ivo Christiana, Medan, Sumatera Utara, 22 April 2012)

Bersyukur dan terharu, saya harus bisa mewujudkan mimpi. Terima kasih Mbak atas pencerahanya. Setelah membaca tentang Mbak, saya langsung semangat dan menggebu. (Sriyatun Untoro, Jakarta, Jawa Barat, 23 April 2012)

Buku Novel Antusiasme karya mbak Fida Abbott ini memang sungguh luar biasa isinya. Buku ini memang sangat menginspirasi dan luar biasa. Saya pun mengambil hikmah secara pribadi. (Tri Wahyuni Rahmat, Samarinda, Kalimantan timur, 11 Mei 2012)

Novel Antusiasme telah membuka mataku, membangunkan kembali impianku, sebuah impian untuk menulis novel. Impian yang mengalami mati suri. Impian yang terlihat impossible. Namun, kita tak akan mengetahui kedalaman kolam sampai kita mau masuk ke dalam kolam tersebut. (Indri Noor Hidayati, Jember, Jawa Timur, 16 Juni 2012)

Buku kesayanganku: Antusiasme, memberiku motivasi dan semangat kembali untuk berkarya dalam talenta yang Tuhan berikan di bidang penulisan, juga memberi inspirasi kepadaku karena menulis trik-trik penulisan. (Sally Pasaribu, Jakarta, Jawa Barat, 2 Juli 2012)

Aku sangat suka novel Antusiasme, sangat menginspirasiku untuk selalu memakai waktu luangku untuk hal-hal yang berguna dan juga disiplin waktu yang Mbak Fida terapkan membuatku semakin bersemangat untuk belajar mendisiplinkan diri terhadap waktu. (Agustina Ayu Puspitasari, Malang, Jawa Timur, 5 Juli 2012)

Rimbunnya pepohonan dan semilir angin di sekitar gedung Sate, Bandung, saat menunggu berbuka puasa, membangun semangat cita-cita membuat novel, gara-gara terinspirasi Antusiasme. (Johanes Krisnomo, Semarang, 5 Agustus 2012)

Minggu, 31 Oktober 2021

Buletin Terbaru Bebas Ongkos untuk yang Berminat

 























Bulan September 2021 sebuah buletin telah disusun dan siap dibagikan kepada siapa saja yang berminat membacanya tanpa dipungut biaya. Buletin ini berisi kumpulan kisah perjalanan hidup bersama Tuhan dari beberapa penulis yang tinggal di Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia selama masa pandemi Covid-19. Bila ada yang berminat, mohon menghubungi langsung kepada para penulis yang tertera di sampul depan. Penulis buku Antusiasme, Fida Abbott, turut diundang menulis beberapa kisahnya. Bagi siapa saja yang berminat dapat menghubunginya secara langsung, baik melalui akun Facebook-nya atau menulis komentar di bawah tulisan ini, atau dapat langsung mengisi "Contact Form" di Abbottsbooks.com.

Lalu, siapakah pencetus ide dan penyusunnya? Mari kita simak sebuah interview singkat tertera di bawah ini dengan Yunita Phillips, sang pencetus ide dan penyusunnya:

P: Motivasi apa yang mendorong tercetusnya ide manyusun buku elektronik ini?

Y:  Ada beberapa motivasi yang mendorong saya menciptakan buletin ini. Pertama, saat menjalani pandemi yang sudah satu setengah tahun ini, (terutama di awal-awalnya) saya sering merasa sedih, dihantui ketakutan akan kuasa kematian, dan depresi menerima kabar-kabar dukacita dan membaca berita tentang penderitaan-penderitaan yang dialami orang di seluruh dunia. Ditambah lagi saya sedang tidak ada proyek terjemahan, jadi perhatian sering tertindas oleh hal yang sedih-sedih. Lalu saya terpikir harus melakukan sesuatu yang positif supaya tidak tenggelam dalam kesedihan. Jadi saya berpikir untuk membuat kumpulan kesaksian pengalaman bersama Tuhan. Saya punya banyak pengalaman bersama Tuhan, entah tentang jawaban doa atau hal lainnya. Dengan mengingat pertolongan Tuhan di masa lalu, tentu hal itu akan menghibur hati yang susah, dan mengingatkan kita akan janji Tuhan bahwa Dia menyertai anak-anak-Nya dalam situasi suka maupun duka, bahkan dalam saat pandemi yang luar biasa ini. Saya juga terpikir pasti ada banyak orang lain yang juga mempunyai pengalaman rohani bersama Tuhan. Maka saya memulai proyek buletin kesaksian ini. Saya menawarkan kepada kira-kira 50 teman Kristen di Facebook untuk berpartisipasi. Puji Tuhan ada 11 orang yang menulis. Sebenarnya ada sekitar 15 orang yang awalnya mau menulis, tapi sampai deadline habis, mereka tidak mengirim naskahnya. Jadi saya tutup saja. Motivasi kedua, saya sangat percaya bahwa menulis adalah terapi untuk menyembuhkan atau menghibur hati yang susah atau resah. Saya menduga ada banyak orang lain juga yang mengalami situasi seperti saya, jadi saya undang mereka juga untuk menulis. Dengan menuliskan pengalaman mereka bersama Tuhan, mereka juga pasti akan diingatkan kembali penyertaan Tuhan dalam hidup mereka.

P: Mengapa gambar Yesus menjadi sesuatu yang utama di buletin ini?

Y: Saya sengaja mengutamakan gambar Yesus karena kebetulan saya penggemar seni rupa. Saya senang melihat lukisan-lukisannya yang bagus, terutama dari aliran naturalisme atau surealisme dengan menggunakan cat minyak. Saya sadar bahwa kebanyakan orang tidak terlalu memfokuskan perhatian kepada gambar/foto Yesus. Hal itu terbukti, dari 11 orang yang mengirim naskah, hanya empat orang yang mengirim gambar/poster Yesus. Banyak teman yang bilang mereka tidak punya pengalaman dari melihat poster/gambar Yesus. Saya memakluminya karena tidak semua orang suka melihat seni. Tapi saya berpendapat bahwa lukisan Yesus itu pun merupakan kesaksian dari pelukisnya, dan bisa dinikmati keindahannya.

P: Apa rencana berikutnya setelah buletin ini diterbitkan?

Y: Saya terpikir untuk membuat seri-seri berikutnya dengan tema yang berbeda-beda, sebab saya mendapat banyak pesan dari teman-teman lain yang tertarik berpartisipasi, namun mereka “terlewat” di buletin yang pertama ini. Selain itu, atas saran dan dukungan seorang teman yang sudah berkecimpung dalam dunia literatur Kristen di Indonesia, saya berencana untuk menerbitkan buletin yang pertama ini dalam bahasa Inggris, agar dapat dinikmati juga oleh orang-orang yang berbahasa Inggris, baik di Indonesia maupun di belahan dunia yang lain. Saya berharap buletin ini bisa disirkulasikan ke kalangan yang lebih luas dan memberkati banyak orang di penjuru dunia, serta menggerakkan orang untuk menulis kesaksian mereka juga. Terima kasih atas perhatian dan dukungannya Mbak Fida Abbott. Sukses selalu untuk Mbak.

PROFIL: 


Yunita D. Phillips berasal dari Jakarta. Sekarang menetap di Cincinnati, Ohio. Aktivitasnya sebagai penulis dan penerjemah lepas. Ia mengisi waktu senggangnya dengan menulis, mendengarkan dan main musik, serta fotografi di alam bebas.

Sabtu, 04 November 2017

Wawancara Esklusif Bersama Seorang Penulis Sekaligus Pendidik, Pengelola Sebuah Sanggar dan Penerbitan

Wawancara Esklusif kali ini akan menghadirkan sosok seorang ibu yang memiliki dua orang putri. Awalnya adalah seseorang yang bekerja di perusahaan swasta yang cukup terkenal dan kemudian memutuskan untuk berhenti dan mengerjakan sesuatu yang tak bersangkut-paut dengan pekerjaannya semula, tetapi dengan hobi dan ketertarikannya. Mari kita ikuti wawancara berikut ini bersama seorang penulis sekaligus pendidik anak-anak berkebutuhan khusus, pengelola sanggar dan penerbitan yang telah membaca buku Antusiasme.

WAWANCARA ESKLUSIF

1. Alasan apa yang membuat Mbak Nenny mengambil keputusan untuk berhenti bekerja sebagai salah satu pegawai swasta dan menjadi tenaga pengajar (Shadow Teacher) untuk anak-anak berkebutuhan khusus?
Keputusan bekerja empat tahun yang lalu karena tuntutan kerja yang besar dari perusahaan saya bekerja, yaitu berangkat subuh dan pulang petang. Sementara suami tugas di luar daerah. Jadi memang harus mengalah untuk dua puteri saya yang saat itu berumur empat dan dua tahun. Hingga benar-benar kerja rumahan menekuni dunia tulis-menulis sampai ada kesempatan menjadi shadow teacher di sebuah sekolah swasta yang dekat rumah dan tak jauh dari sekolah dua puteri saya, maka saya terima. Kebetulan saya juga suka dunia anak-anak, jadi saya menikmati pekerjaan yang sedang berjalan dua tahun ini.

2. Alasan apa yang membuat Mbak Nenny membuka sanggar Ngumpul Bocah Rumah Hijau?      
Kebetulan rumah saya setiap sore ramai dengan anak-anak bermain. Daripada mereka sekedar bermain, maka saya bekerjasama dengan beberapa guru bahasa Inggris, tari, karate, dan lukis membuka kursus di rumah. Ternyata peminatnya cukup banyak, termasuk dari luar kompleks juga. Lagi-lagi dunia anak itu menyenangkan. Sudah hampir tiga tahun kegiatan Rumah Hijau berjalan. 

3. Alasan apa juga yang membuat Mbak Nenny mengelola sebuah penerbitan Indie Kreatif Azkiya Publishing dan kapan didirikan? 
Penerbitan Indie Kreatif Azkiya ini sebenarnya lini dari Penerbitan Deka Publishing yang dimiliki seorang teman penulis yang sempat aktif mengadakan acara-acara penulisan buku, lalu naskah diterbitkan dalam buku.  Penerbitan Indie Kreatif Azkiya didirikan sejak 2013 dan saat itu belum banyak menerbitkan buku, hanya dari temen dekat saja yang ingin menerbitkan buku, maka saya bantu menerbitkannya. 

4. Berapa orang yang terlibat dalam penerbitan tersebut dan sudah berapa buku yang diterbitkan oleh Azkiya Publishing, serta bagaimana sistem bekerjanya antara penulis dan penerbitnya? Apakah ada link Website-nya?
Seiring berjalannya waktu saya mulai mengelola serius dengan beberapa teman yang masing-masing memiliki keahlian sendiri: ada desain grafis, editor, dan saya sendiri lebih banyak menangani bidang administrasi. Ada kepuasan tersendiri saat bisa membantu teman-teman menerbitkan karya mereka dan dapat mewujudkannya dalam bentuk buku. Hingga sampai sekarang sudah menerbitkan hampir 85 buku dari teman-teman yang awalnya belajar menulis, hingga ada yang menerbitkan buku-buku tunggal.  Sistemnya ada Paket dan juga kerja sama cetak. Untuk linknya: https://noorhanilaksmi.wordpress.com/2016/10/30/paket-penerbitan-azkiya-publishing/ 

5. Apakah penerbitan yang Anda kelola juga termasuk dengan penyebarannya ke toko-toko buku?
Penyebarannya belum sampai ke toko-toko besar, hanya secara online saja saat ini. Kalau ada bazar, toko-toko kecil seperti koperasi atau toko alat tulis kantor, akan saya titipkan. Tak ada tambahan biaya untuk pemasaran ini.

6. Sebagai seorang penulis, sudah berapa buku yang telah Anda terbitkan sendiri dan yang diterbitkan oleh penerbit lainnya?
Diterbitkan sendiri dengan Azkiya Publishing tunggal ada 5 buku dan antologi berkisar 27 buku. Diterbitkan oleh penerbit lain banyak sekali: antologi kurang lebih 700 buk dan yang masuk Gramedia ada 10 buku tunggal.

7. Tampaknya Anda banyak menulis novel roman. Apa yang menjadi alasan Anda menyukainya? Lalu apa rencana Anda ke depan? Apakah tetap terus menulis novel roman ataukah menulis buku-buku lainnya?
Sebenarnya awal menulis saya banyak menulis buku anak dan suka mengirim tulisan ke media cernak. Lalu mulai tertantang menulis roman. Pada 2014 ada audisi-audisi dari sebuah agensi, maka saya mulai mencoba menulis novel roman yang ternyata juga ada keasyikan tersendiri yang berbeda dengan menulis cerita anak-anak. Jadilah beberapa novel roman tercipta. Rencana ke depan saya tidak terlalu terikat apakah hanya akan menulis roman atau menulis cerita anak. Seperti blog saya dari awal pun saya menyukai “Menulis Tanpa Batas” www.noorhanilaksmi.wordpress.com. Apa pun bisa. Jadi ide tulisan dunia anak, dunia remaja, dunia orang dewasa bahkan sekarang saya ingin merampungkan novel tentang anak-anak istimewa yang pernah saya tangani. Jadi mengalir saja.


8. Lalu bagaimana Anda mengenal buku Antusiasme?
Mengenal buku Antusiasme sudah cuku lama sejak mengenal Mbak Fida Abbott, dan senang sekali berkesempatan mendapat hadiah buku keren beliau karena saya menjadi juara ketiga saat mengikuti acara lomba menulis di Website Harian Online KabarIndonesia yang dikelolanya.


9. Kesan atau pengalaman menarik apakah yang Anda dapatkan saat/setelah membaca buku Antusiasme?
Buku Antusiasme ini pertama yang saya suka adalah penuturan Mbak Fida yang detail, rapi, urut dan penggambaran suasana kekeluargaan yang kental. Terasa sekali aura sosok wanita yang penuh semangat dalam menjalani hari-harinya yang sibuk bekerja dan juga rasa kesukaannya terhadap dunia menulis. Menulis baginya bukan untuk kepentingan diri sendiri tapi lebih banyak untuk berbagi. Beberapa persen dari royalti disumbangkannya untuk yayasan kanker. Itu sungguh luar biasa. Tidak hanya itu, interaksi dengan pembaca blog dan tulisan juga disambut dengan riang olehnya. Ya, saya pun setuju kalau berbagi tidak selalu dengan harta tapi memberikan solusi dan pendapat kita terhadap orang lain juga sesuatu yang sangat menyenangkan. Satu lagi ia selalu melibatkan orang-orang terdekat dalam aktivitasnya, sepertinya menjadi pendukung yang sangat berarti saat ia mencapai setiap keberhasilan. Keluarga memang orang yang akan selalu mendukung kita saat kita sukses dan terjatuh.


10. Pelajaran apakah yang dapat Anda petik setelah membaca buku tersebut?
Pelajaran yang bisa saya dapat dari sebuah buku yang cukup tebal sebanyak 450 halaman adalah apa pun keadaan kita dan di mana pun kita tetaplah menjadi sosok yang kreatif, pekerja keras mewujudkan apa yang kita mimpikan tanpa mengabaikan orang-orang di sekitar kita, berbagilah dengan apa yang kita dapat karena ini berarti kita juga berbagi kebahagiaan. Bukankah kebahagiaan sempurna adalah bila kita pun bisa membuat orang lain berbahagia? Berambisi boleh tanpa melalaikan kewajiban dan melupakan mereka yang selalu mendukung kita. Saya juga suka sekali  dengan kegiatan memasaknya, sepertinya menyenangkan sekali bisa menghidangkan makanan-makanan istimewa untuk orang-orang yang disayanginya. 

11. Bagaimana kesan-kesan Anda terhadap karakter-karakternya?
Karakter utama sesuai judulnya adalah sosok wanita dan ibu yang penuh semangat, keibuan, sayang keluarga, perhatian, dan selalu ingin belajar; karakter suami adalah sosok yang memberi kebebasan dengan kepercayaan, penuh kasih sayang, pekerja keras, perhatian dan selalu mendukung istri dan putrinya dalam aktivitas yang positif; karakter Wanda adalah sosok gadis kecil yang manis, penurut, bersahabat, cerdas, kreatif, dan sedikit manja.


12. Kepada siapakah Anda akan mereferensikan buku tersebut dan mengapa?
Buku ini bagus dibaca setiap wanita, terutama ibu-ibu karena tokohnya adalah seorang ibu yang penuh perhatian pada keluarga tapi tetap bisa berkarir, menulis, dan sangat menikmati waktu yang ia punya untuk orang lain juga. 

13. Bagaimana menurut Anda kalau penulisnya akan menulis buku saga kedua Antusiasme?
Kenapa tidak? Buku Antusiasme ke-2 pasti akan bercerita lebih banyak lagi dan pasti akan selalu ada cerita baru menarik yang selalu bisa dibagikan. Jadi saya pun menunggu buku Antusiasme ke-2 karya Mbak Fida Abbott.


PROFIL 

Nenny Makmun – Bunda dari Icha dan Fay, lulusan Magister Management  Universitas Sebelas Maret, suka dengan dunia anak sehingga di rumahnya memiliki sanggar Ngumpul Bocah Rumah Hijau yang setiap harinya ada saja kegiatan untuk anak-anak: ada seni lukis, karate, seni tari dan bahasa Inggris. Selain menjadi Shadow Teacher Anak Berkebutuhan Khusus di SD Silaturahim, ia juga mengelola Penerbitan Indie Kretatif Azkiya Publishing. Di dunia tulis-menulis, ia sudah menerbitkan sepuluh novel yang beredar di toko-toko buku Indonesia, yaitu Buku Anak Bergambar Sifat Tauladan Rasulullah (Elex Media) dan Buku Bergambar Ibu-ibu Tauladan Sepanjang Zaman (Elex Media). Dua novel terbaru terbitan Gramedia: Skylar Books judulnya The Second Chance dan Kepingan Cinta. Sedangkan TSC Romance Dewasa dan Kepingan Cinta Romance Remaja: Kalau Bukan Cinta Biasa. Ia pun mengelola taman bacaan rumahan yang diberi nama TBA Icha Fay dan menulis tanpa batas (Write Without Boundaries) di http://noorhanilaksmi.wordpress.com/. Untuk menghubunginya: email: nennyrch02@yahoo.com; fb: Nenny Makmun; Twitter @ichandfay IG Nenny_Makmun.(*)

Senin, 17 April 2017

Tanggapan Singkat Buku “Antusiasme” oleh Guru SMP di Kupang


Ditulis oleh Anice, seorang guru SMP Lentera Harapan Kupang, NTT di bawah Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH


Berbeda dengan Art of Novel, kumpulan esai Milan Kundera, buku yang diterbitkan Yayasan Komunikasi Bina Kasih tahun 2011 ini tergolong ringan. Saya membacanya selama duduk di bangku antrian pengurusan kartu ATM (tak perlu sebut merek) saya yang bermasalah kemudian berlanjut ke urusan panjang pembaruan KTP di kantor Dispenduk Oelamasi, kab Kupang yang kerontang dan berangin kencang.

Salut dengan Mrs Abbott yang adalah seorang IRT, juga bekerja paruh waktu di pasar swalayan, memiliki seorang anak perempuan berumur lima tahun, serta juga menjadi redaktur pelaksana di website KabarIndonesia.

Ia seorang yang tak suka berleha-leha. Setiap waktu ia gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. Selain menulis di website KI, di beberapa blog pribadinya, mengecek dan membalas email, mengirim kartu ucapan kepada kerabat dan kenalan, menjadi pekerja paruh waktu, mengurus anak dan suami sebagai prioritasnya, ia pun suka memasak dan berkebun. Membaca kesukaannya memasak dan berkebun, saya mengingat seorang penulis perempuan Indonesia yang juga luar biasa dan sangat menginspirasi. Beliau adalah Bunda Naning Pranoto. Kalau di buku Antusiasme, terbaca Mrs Abbott meleburkan kegiatan memasak dan menulis sehingga menerbitkan sebuah buku memasak, maka Bunda Naning Pranoto, selain memasak dan berkebun yang sudah lama dilakoni, belakangan ini beliau banyak terlibat dalam penyelenggaraan lomba-lomba menulis baik cerpen atau puisi terkait seruan untuk menjaga dan merawat bumi dengan istilah Sastra Hijau. 

Kembali ke Antusiasme. Memang dalam buku ini, kekurangan yang bagi saya sangat menonjol adalah selain menuturkan rutinitasnya sebagai IRT (walaupun ini mungkin dimaksudkan supaya, “Nih, lihat, seperti inilah pekerjaan seorang ibu rumah tangga yang seolah tak pernah ada habisnya, tapi saya masih bisa mengatasinya, dan bahkan masih sempat-sempatnya menyediakan waktu untuk menulis,”) terkadang dialognya mengulang apa yang sudah ia deskripsikan sebelumnya yang sebenarnya tak perlu.

Selebihnya, dari buku ini kita bisa berefleksi banyak tentang menjadi seorang perempuan yang menulis. Mengikuti ritme kerja dan hasratnya menulis, kesadaran pun terkuak dan bisa muncul kata-kata demikian, “Tolong, waktu bahkan 15 menit atau setengah jam itu penting dan berharga untuk kau pakai setidaknya untuk membaca atau menulis.”

Terima kasih untuk para perempuan hebat. (*)

Selasa, 29 Juli 2014

Fida R. Abbott, “Antusiasme”, Sebuah Buku Perjalanan Mimpi

Artrias Setiawan, seorang pembaca dari Solo berbagi cerita di blog pribadinya setelah mendapatkan dan membaca buku Antusiasme. Seluruh foto dan isi tulisan di bawah ini adalah hasil salinan dari blog pribadinya yang berlaman di ArtriasSetiawan.wordpress.com.

Seperti biasanya, setiap minggu pertama dalam setiap bulannya aku selalu pergi ke toko buku. Melihat buku-buku yang terbit bulan ini, dan tidak lupa membeli 2 buah buku yang menarik. Dua buku untuk bahan bacaan selama satu bulan, ya sepertinya masih kurang untukku, tapi tidak apalah, aku bersyukur dalam hal ini masih diberi kesempatan untuk membaca buku.
membaca seperti biasanya adalah hal yang mungkin sudah mendarah daging,.”xixixi,..mungkin sejak aku masih dalam rahim ibuku,..”” lebay ya,..heheh
Tapi bagaimanapun dalam setiap harinya aku tidak bisa meninggalkan aktifitas itu, hingga saat stok buku baru habis aku mendownload ebook dan beberapa buku dalam n luar dari iphone pintarku. Aku merasa sangat nyaman dengan ini.
Minggu pertama bulan ini aku putuskan membeli 2 buku, yang pertama buku dari Fida R. Abbot,berjudul Antusiasme,.sebuah buku yang menceritakan ‘author” nya bagaimana meraih mimpi menjadi penulis. Entah kenapa untuk satu buku ini aku tidak ingin cepat-cepat menyelesaikannya, aku menyesapi setiap cerita dalam buku itu.
Dalam halaman covernya sangat menarik,. bertittle 2011 winner- 50 great  writers you should be reading, Novel perjuangan seorang penulis meraih mimpi, dengan branded ” Pinnacle Book Achievement Award” ,..sebuah buku yang sangat menarik sekali. Mbak Fida yang seorang Indonesia asli dari Surabaya, tinggal di Amerika bersama suami dan putri bungsunya. dalam buku itu diceritakan mba Fida yang sangat sibuk, bekerja paruh waktu, mengurusi rumah tangga dan menjadi editor di kabarindonesia.com terlihat sangat konsisten menjalani kesibukan hari-harinya.Membaca bukunya merupakan lecutan listrik yang dengan indah men-jingkrak-kan naluri bahwa sesibuk apapun kita, satu hal yang harus kita lakukan adalah tetap berusaha meraih mimpi. Sedikit mirip atau persis sebenarnya dengan diriku,..tapi mbak Fida telah melakukannya dulu dan berhasil tapi aku juga tidak mau kalah,,jauh sebelum aku membaca buku mbak Fida aku sudah punya keinginan seperti itu, hanya sekarang ‘aku masih dalam tahap berusaha dan mengerjakannya.
Dalam buku itu diceritakan bagaiaman mba Fida membuat buku memasak pertamanya, dengan menerbitkannya sendiri dan ia berusaha melakukan strategi pemasaran yang berani. “sangat perlu dicontoh”,, tapi tentu beda jika ingin diterapkan disini karena bagaimanapun ini Indonesia,,bukan Amerika..tapi sebenarnya semangat yang harus ada adalah “‘dimanapun keadaan dan suasana dirimu berada, itu bukanlah penghanglah yang penting, semangat adalah satu-satunya energi yang bisa memberimu keinginan untuk terus meraih mimpi yang sudah kau pikirkan,..””
satu kata ketika menikmati buku mbak Fida adalah…”menyenangkan..””
untuk aku yang dari dulu selalu ingin keluar dari Indonesia dan merasakan bagaimana tinggal di negri orang Mbak Fida memberikan gambaran kerja keras yang pantang menyerah dalam keadaan apapun.
Dan tak lupa sehari setelah membeli buku mbak Fida aku juga telah mengirimkan sebuah email ke mbak Fida,.sebenarnya aku mengharapkan balasan email itu,,tapi jika tidak aku hanya ingin berterima kasih atas buku yang dibuatnya sangat bermanfaat,..terima kasih
dan untuk buku kedua yang kubeli adalah buku baru dari Kireina Enno dengan judul Senandung Cinta,.aku belum bisa memberikan pendapat untuk buku ini, karena sengaja diantara kesibukan menulisku setiap hari, aku masih menghemat membaca buku mba Fida meski sebenarnya aku sangat ingin cepat menyelesaikannya,,,.
Satu hal yang kita pelajari dari semua ini adalah,..keinginan, mimpi, cita-cita dalam meraihnya membutuhkan komitmen, disiplin dan semangat yang luar biasa,,aku sendiri tidak bisa berkata banyak tentang hal ini karena aku sendiri sedang melakukan itu,..
“love this room”,..ditempat inilah aku berusaha meraih mimpi,..dengan sebuah meja menghadap kehijauan sebelah barat rumahku, lemari buku, tumpukan buku, dan menikmatinya tanpa beban,,
terima kasih untuk suamiku yang selalu mendukungku meraih keinginanku, dan untuk ibuku yang sekarang sudah mulai mengerti dan terkadang menemaniku menulis diruangan tengah ini “menemani dan beliau juga sedang belajar” semoga kemudahan dan berkah dilimpahkan kepada kami sekeluarga,..Aminn Alloh,.. (*)

Senin, 24 Februari 2014

Wawancara Bersama Penulis, Ilustrator dan Pencipta Lagu Anak-Anak

Antusiasme diperlukan di setiap aspek kehidupan, terutama sebagai bumbu utama dalam mencapai impian di bidang apa saja. Ternyata bukunya pun, Antusiasme, yang ditulis dalam bentuk novel berdasarkan kisah nyata penulisnya, telah banyak memengaruhi para pembacanya. Salah satunya adalah seorang penulis, ilustrator dan pencipta lagu anak-anak yang baru-baru ini masuk dalam daftar finalis di Ajang Cipta Lagu Anak Indonesia (ACILA) 2013, Ita Susanto. Ikuti wawancara menarik bersamanya di bawah ini, dipersembahkan oleh Abbottsbook.

WAWANCARA ESKLUSIF

A: Sebagai salah satu peserta Ajang Cipta Lagu (ACILA) untuk anak-anak, suka duka apakah yang Anda alami selama menciptakan lagu hingga kompetisi berlangsung?

I: Suka duka sebagai pencipta lagu anak sukanya ketikasaya mengikuti lomba Ajang Cipta Lagu Anak 
Indonesia (ACILA) yang berskala nasionallagu saya masuk sebagai juara harapan 1 ACILA 2011 dan finalis di ACILA 2013. 
Hal ini berarti visi saya tergenapi, yaitu saya telah turut menyumbang menyediakan wadah yang tepat 
untuk anak-anak menyalurkan talenta bernyanyi mereka dengan lagu-lagu yang seharusnya mereka nyanyikan, terlebih ketika album Pelangi Acila (yang berisi lagu anak-anak dari 12 komposer finalis ACILA 2011) sudah beredar ke publik. Dukanya kalau lagu-lagu lainnya yang sudah saya ciptakan hanya ngendon dalam file tanpa sampai ke publik. 


A: Dari manakah ide yang Anda dapatkan dalam mencipatkan lagu Kau Istimewa dan Terus Berlari yang akhirnya keduanya mendapatkan juara Harapan I di ACILA 2011 dan finalis di ACILA 2013?I: Sebelum mencipta lagusaya membiasakan diri untuk berdoa terlebih dahulumemohon tuntunan Tuhan, karena dari Tuhanlah datangnya hikmat dan kepandaian.  
Inspirasi lagu Kau Istimewa berasal dari cerita anak saya ketika mendapat pertanyaan dari temannya
mengapa kulitnya tidak putihSaat ituanak saya agak sedih karena merasa warna kulit coklat itu tidak cantik. Saya tidak menyalahkan teman anak sayaMereka korban iklan di radio atau TV yang banyak menggeber produk pemutih untuk kulitsehingga pelan-pelan menciptakan paradigma bagi anak-anak, bahwa kulit yang bagus adalah kulit putih. Dari situ saya menciptakan lagu Kau Istimewa. Syair lagu ini menyatakan meski seorang anak berkulit hitam, tidak mempunyai wajah yang cantik, tidak berprestasi, tidak mempunyai banyak teman dan sebagainya, namun Tuhan menciptakan setiap manusia sempurna dan setiap ciptaan-Nya berharga di mata-Nya.  
Untuk lagu Terus Berlariinspirasinya datang dari pengamatan saya terhadap generasi belia bangsa 
Indonesia yang sedang berjuang dalam  pencapaian cita-cita mereka yang masih panjang. Tujuan penciptaan lagu ini untuk menyadarkan mereka supaya terus berlari mengejar cita-cita mereka tersebuttidak berhenti di tengah jalan atau tidak mudah menyerah untuk memaksimalkan potensi yang  telah diberikan Tuhan kepada mereka 

A: Pengalaman menarik apakah selama mengikuti ACILA di tahun 2011 dan 2013?
I: Pengalaman menarik selama mengikuti ACILA 2011 dan 2013 antara lain bisa bertemu dan bertukar pikiran tentang lagu atau musik, serta pengalaman dari para peserta lain yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Selain itukhususnya sewaktu mengikuti ACILA 2013, lagu-lagu para finalis sempat ditayangkan di acara musik DAHSYAT – RCTI. Selain itupengumuman pemenang ACILA 2013 juga ditayangkan secara live di RCTI 

A: Lagu favorit ciptaan Anda sendiri yang manakah sebagai pilihan Anda dan apakah alasannya?I: 
Dari beberapa lagu anak yang saya ciptakan lagu favorit saya adalah Kau Istimewakarena dari penuturan beberapa teman dan anak-anak mereka yang telah mendengarkan lagu ini, mereka merasa terberkati dan tersadarkan bahwa meskipun mereka penuh kelemahan, namun mereka tetap berharga dan istimewa di mata Tuhan.

A: Mengapa Anda berkeinginan menulis lagu anak-anak? I: 
Sebagai pencipta lagu anaksaya mempunyai visi untuk mengembalikan anak-anak pada lagu yang sesuai dengan umur mereka. Minimnya lagu anak di Indonesia membuat  banyak anak di bawah umur yang kala bersenandung melantunkan lagu bertemakan cinta. Menurut saya hal ini berbahaya karena anak seakan dikarbit untuk cepat matang sebelum waktunya. Hal inilah yang memotivasi saya untuk terusmencipta lagu anak.
 

A: Anda adalah salah satu pembaca buku Antusiasme. Ceritakan dengan singkat bagaimana pertama kali Anda mengenal buku tersebut, bagaimanakah mendapatkannya dan mengapa tertarik membacanya?I: 
Selain sebagai pencipta lagu anaksaya juga menulis cerpen dan cergamSaat menghadiri pameran buku dari para penerbit Kristen di MOI, Kelapa Gading, salah satu Cergam saya ikut dipamerkan. Saat itu saya melhat buku Antusiasme di rak display penerbit Cergam saya. Setelah membaca sekilas dari buku ini, saya tertarik untuk membelinya karena ingin mengetahui lebih lanjut perjuangan Mbak Fida yang notabene adalah seorang ibu rumah tangga dari seorang balita yang bekerja juga, akhirnya berhasil meraih mimpinya sebagai seorang penulis.
 

A: Perubahan apakah yang Anda alami setelah membaca buku Antusiasme dan hal positif apakah yang berpengaruh terhadap hobi Anda dalam mencipta lagu dan menulis?I: 
Hal positif yang saya dapatkan adalah terinspirasi dengan kemauan keras seotang Fida Abbott dalam memperjuangkan cita-citanya. Sebagai seorang pencipta lagu dan penulis, banyak sekali halangan untuk mempublikasikan karya saya kepada masyarakat luas. Halangan itu antara lain semangat yang sempat patah manakala beberapa karya saya ditolak penerbit atau kalah saat mengikuti lomba cipta lagu. Namun setelah membaca buku ini, semangat saya seperti tersulut kembali. Saya harus terus berjuang seperti Mbak Fida hingga 
karya-karya saya bisa diakui kemanfaatannya oleh masyarakat luas. Puji Tuhan, karena pada akhirnya terbit juga Cergam saya yang kedua dan dua lagu karya saya memenangkan lomba cipta lagu anak Indonesia.  

A: Cerita apakah yang menurut Anda sangat menarik dalam Antusiasme dan apakah alasannya? 
I: Bagian yang menarik dalam buku Antusiasmeadalah kedisiplinan dan ketekunan Mbak Fida Abbott dalam membagi waktunya yang tidak banyak untuk terus berlatih menulis. Kendala bahasa pun tidak menjadikannya surut untuk terus memperjuangkan cita-citanya. Yang paling menarik, meskipun Mbak Fida sibuk, namun tetap tidak melupakan tugasnya sebagai istri dan ibu dari seorang balita

A: Bagaimanakah respons Anda bila akan ada buku saga kedua Antusiasme yang tidak akan lama lagi segera terbit?

I: Saya pasti akan membelinya karena penasaran, perjuangan apa lagi yang Mbak Fida ingin raih dalam hidupnya, serta bagaimana cara pencapaiannya. 

A: Kepada siapakah Anda merekomendasikan buku Antusiasme dan apakah alasannya?I: 
Buku Antusiasme saya rekomendasikan kepada teman-teman saya yang baru mulai belajar menulis, supaya tumbuh semangatnya dan tidak menyerah sebelum berhasil meraih apa yang mereka inginkan  

A: Kembali kepada lagu ciptaan Anda yang telah beredar bersama dengan para pemenang dan finalis ACILA 2013 lainnya, bagaimanakah mendapatkan CD-nya?
I: CD Album Pelangi Acila dapat dibeli di gerai-gerai Indomaret seluruh Indonesia dengan harga yang sangat terjangkauPembeli pasti tidak akan kecewa setelah mendengar 12 lagu-lagunya yang asyik, hasil saringan dari ratusan lagu-lagu anak karya peserta lomba cipta lagu anak seluruh Indonesia.  

A: Pesan apakah yang ingin Anda sampaikan kepada generasi muda yang tertarik di dunia mencipta lagu?
I: Pesan saya pada generasi muda yang memiliki talenta menciptakan lagu: ciptakanlah lagu-lagu yang mempunyai lirik yang bersifat membangun, tidak cengeng dan memberi manfaat kepada pendengar. Tidak sekedar mengejar keuntungan semata, namun mencipta dengan hati.   

PROFIL
Ita Susanto yang bernama asli Ch. Dyah Perwitasari, lahir di Solo, 30 Juni 1971, aktif sebagai penulis, ilustrator dan pencipta lagu anak-anak. Karya-karyanya berupa Cergam adalah Kau Istimewa (penerbit YKBK) dan Manisnya Buah Kebaikan (penerbit Andi Offset). Karya Cerpennya yang akan segera terbit berjudul Metamorfosis Kehidupan bersama penulis-penulis Cerpen lainnya (penerbit Shield Publisher). Sedangkan karya ciptaan lagunya yang telah mendapatkan penghargaan dan telah diterbitkan adalah juara harapan 1 ACILA 2011 berjudul Kau Istimewa dan finalis di ACILA 2013 berjudul Terus Berlari

(Disponsori oleh VemmaViviana Andrew)